Sebab & Tips Atasi Stang Mobil Berat

Apakah Anda pernah mengalami masalah mengemudi? Apakah setang sangat berat, terutama pada sistem kemudi? Ini hanya normal jika Anda mengendarai mobil di medan yang ekstrim. Namun, jika hal ini terjadi di medan biasa, artinya ada masalah dengan sistem kemudi atau power steering mobil Anda.

Pada dasarnya, fungsi power steering adalah untuk menghaluskan roda kemudi agar mudah digunakan. Kemudi yang berat dapat mengindikasikan kerusakan pada sistem power steering. Untuk ini, Anda perlu tahu apa penyebabnya. Secara umum, ada beberapa faktor yang membuat setang menjadi berat.

  • Oli power steering kering atau kadaluarsa

Otomotif Indonesia
Sistem power steering yang digunakan pada mobil saat ini adalah sistem hidrolik. Dimana power steering membutuhkan cairan (oli) untuk menjalankannya. Tidak seperti mobil tua yang tidak mengenal sistem hidrolik. Inilah mengapa mengendarai mobil cukup melelahkan.

Biasanya, oli power steering yang digunakan dalam sistem hidrolik adalah ATF (Automatic Transmission Fluid). Oli yang digunakan adalah oli khusus yang tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi (gesekan).

Tetapi ada kalanya minyak menjadi lebih buruk atau lebih buruk seiring dengan waktu penggunaan. Ketika minyak diserang, kemampuannya untuk melumasi dan menyediakan energi berkurang. Dengan demikian, tenaga yang dihasilkan oleh pompa power steering tidak dapat sepenuhnya diarahkan ke kotak kemudi. Nah, itulah yang membuat setir jadi berat.

Selain faktor degradasi, kekurangan oli power steering juga mempengaruhi distribusi tenaga dari pompa ke rak kemudi. Karena jika oli tidak otomatis, tenaga yang dialirkan tidak bisa optimal.

Sebagai solusinya, Anda hanya perlu mengecek kualitas oli power steering mobil Anda. Jika sudah hitam, segera ganti dengan oli baru. Biasanya, penggantian oli power steering dilakukan antara 25.000 dan 30.000 kilometer. Namun jika masih merah kekuningan tidak perlu diganti, cek saja volumenya. Masukkan jika jumlahnya tidak mencukupi.

  • Sterring rack rusak

Otomotif Mobil
Kotak kemudi berfungsi sebagai sistem penggerak yang memfasilitasi pergerakan roda. Di dalamnya terdapat komponen seperti gasket, gir dan pinion. Untuk menghasilkan gerak roda, komponen-komponen ini saling bergantung yang dipengaruhi oleh tekanan hidrolik (oli).

Dengan cara ini, ruang kemudi seringkali rusak. Terutama pada komponen paking. Biasanya kerusakan yang sering terjadi adalah gasket yang bocor. Hal tersebut menyebabkan tekanan hidrolik yang diberikan oleh pompa power steering tidak maksimal. Ini membuat stang menjadi berat dan sulit untuk dikemudikan.

  • V-belt rusak

V-belt bertindak sebagai penghubung antara katrol pompa dan katrol motor. Biasanya, V-belt terbuat dari karet, karena bahannya yang fleksibel meminimalkan selip. Namun, karet V-belt bisa putus. Ini mungkin karena usia V-belt itu sendiri.

Namun, V-belt yang rusak juga bisa disebabkan oleh tumpahan oli yang bocor saat mengganti oli mesin. Kondisi katrol yang baik akan menyebabkan belt tergelincir dan V-belt bisa putus.

Jika V-belt rusak, pompa power steering akan berhenti bergerak. Stang menjadi berat karena tidak menerima tekanan hidrolik dari pompa.

Untuk solusinya, mengganti V-belt dengan yang baru. Jika pompa dan katrol motor tampak kotor atau ada tetesan oli, Anda harus membersihkannya terlebih dahulu sebelum mengganti V-belt.

  • Bar pull-up panjang rusak

Otomotif Motor
Bagian selanjutnya yang bisa membuat setang menjadi lebih berat adalah drawbar yang panjang atau sering disebut dengan inner drawbar. Bagian ini merupakan batang besi memanjang yang menghubungkan keluaran rak dan stang pinion ke simpul setang. Di ujungnya terdapat ball joint yang berfungsi sebagai engsel. Masalah yang biasa dihadapi dengan tie rod panjang umumnya terletak pada ball joint ini.

Biasanya, karena sering mengalami benturan. Sehingga setir bergetar dan berdering atau bahkan satu sisi saat menikung. Solusi untuk masalah ini adalah dengan mengganti satu unit drawbar panjang untuk kanan dan kiri.

Dalam kasus seperti itu, solusinya adalah mengganti satu set rak kemudi. Karena jika hanya mengganti paking yang bocor saja sulit dilakukan. Selain proses yang rumit, tidak ada bengkel yang bersedia mengganti gasket peregangan yang bocor.

  • Tekanan pompa rendah

Indikator berat roda kemudi dipengaruhi oleh tekanan hidrolik yang diterapkan oleh pompa power steering. Letak pompa itu sendiri di depan dan katrol pompa digerakkan oleh katrol motor melalui sabuk-V. Jika pompa power steering rusak, tekanan hidrolik akan berkurang. Sehingga setirnya berat. Untuk mengatasinya, solusi satu-satunya adalah mengganti pompa power steering dengan yang baru.

  • Ban kurang angin

Kondisi kemudi yang parah tidak selalu disebabkan oleh bagian power steering yang bermasalah. Selain itu kondisi ban yang kurang angin bisa membuat stang semakin berat. Memang, permukaan ban melebar dan tekanan yang diberikan pada roda meningkat. Ini membuat stang menjadi berat atau sulit untuk dikemudikan.

  • Pengaturan FWA salah

Jika Anda berhati-hati, ternyata roda mobil tidak sepenuhnya vertikal pada 0 derajat. Posisi roda bawah akan tampak lebih menonjol dibanding roda atas. Ini disebut sudut ruangan. Istilah ini sering digunakan dalam FWA (Front Wheel Alignment), yaitu tindakan mengatur posisi roda.

Posisi roda diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan kemudi atau kemudi. Namun, posisinya bisa berubah seiring waktu dan berapa lama mobil tersebut digunakan. Jika mobil Anda sudah menunjukkan gejala seperti setir tidak otomatis kembali ke tengah atau setir menjadi berat, FWA mungkin mulai berubah.

Solusi untuk memperbaikinya servis terkait sudut roda dan stabilitas roda, atau yang dikenal dengan istilah ground balancing.

Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *