Tipe APAR Mobil

Mobil baru yang dirilis tahun 2021 harus dilengkapi dengan Alat Pemadam Ringan (APAR). Namun, untuk mobil yang tidak memiliki APAR, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Otomotif Indonesia

Kebakaran mobil memang merupakan kecelakaan yang cukup jarang terjadi pada kendaraan. Memiliki APAR bisa menjadi penyelamat agar api yang menyala di dalam mobil tidak semakin parah.

Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), tidak asing dengan konsep segitiga api yaitu bahan bakar, udara dan pemicu. Secara umum kebakaran di Indonesia disebabkan oleh masalah korsleting. Ia menyarankan pemilik mobil memiliki APAR yang mengandung bubuk kimia kering.

Kendaraan sering terbakar dengan aliran listrik, penyesuaian sehingga alat pemadam yang tepat adalah semacam bubuk: amonium sulfat atau karbondioksida (CO2), ”kata Sony saat dihubungi Detikoto beberapa waktu lalu.

Selain itu, Sony menjelaskan bahwa pemadam berbentuk bubuk ini berfungsi mengganggu reaksi kimia di zona pembakaran (membatalkan oksigen merah), sehingga api cepat padam. Serbuk juga merupakan isolator dan oleh karena itu tidak dapat menghantarkan listrik. Otomotif Mobil

“Saat dijelaskan bahwa kebakaran disebabkan oleh adanya bahan bakar, udara dan penyalaan, maka pemadam ini mengeluarkan oksigen sehingga dapat memadamkan api dengan cepat,” imbuh Sony.

Selanjutnya, saat memilih APAR untuk sebuah mobil, ukuran harus diperhitungkan. Biasanya ukuran yang ideal untuk ditenteng adalah kapasitas 2-3,5 kg.

“Untuk mobil, karena space terbatas 2-3,5 kilogram sudah cukup karena yang besar juga memakan space,” kata Evan Nur Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Pelatihan DKI Pengda.

Setelah itu APAR yang dipilih harus sesuai dengan standar. Jika tidak memenuhi standar maka diragukan kualitas dan efektivitas alat pemadam tersebut tidak dapat dijamin. Pastikan ada standar SNI atau standar internasional pada kemasan APAR untuk menjamin jaminan kualitas.

Tabung memiliki umur, setelah perawatan, pengisian diperbarui. Biasanya harus membeli yang sudah terstandarisasi SNI Indonesia atau standar internasional misalnya ISO, NFPA atau UN untuk alat proteksi kebakaran. oke juga, “kata Evan. Otomotif Motor

Tak hanya itu, Evan juga mengenang bagaimana cara mengangkut APAR di dalam mobil. Alat pemadam harus ditempatkan di tempat yang benar-benar aman dan tidak mengganggu pengemudi atau penumpang.

Penempatannya juga harus diperhatikan, disimpan di tempat aman yang tidak mudah dilepas, terdapat box atau dudukan khusus, karena jika tidak diletakkan di tempat yang aman jika terjadi benturan saat berkendara, ada resiko pengemudi terlempar atau pecah. kaca depan, ”katanya.

Sony menganjurkan Anda menyimpannya di lokasi yang mudah ditemukan, jauh dari sinar matahari langsung, dan mudah dijangkau oleh pengemudi dan penumpang. “Mungkin di bawah jok kiri,” tambahnya.

Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *